Nggapulu Sandar Fakfak, Kucing Persia Hingga Bibit Jeruk Terciduk Petugas Karantina

Fakfak– Pejabat Karantina Pertanian wilayah kerja Fakfak lakukan pengawasan saat KM. Nggapulu sandar pada Selasa 21 September 2021. Sesuai tugas, komoditas hewan dan tumbuhan menjadi fokus utama pengawasan. Penanggung jawab wilayah kerja Fakfak, Magdalena Sukan menyampaikan bahwa pada kegiatan pengawasan kali ini, cukup banyak temuan yang didapatkan.” Pada pengawasan hari ini komoditas pertanian yang masuk diantaranya bibit jeruk santan madu sebanyak 10 pohon asal Surabaya. Karena tidak ada label dari Badan Sertifikasi Benih dan juga tidak ada dokumen karantina, sesuai dengan undang-undang No. 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan , Ikan dan Tumbuhan dan Keputusan Menteri Pertanian No.610 tentang peredaran benih jeruk, maka kami lakukan penahanan sampai pemilik dapat melengkapi dokumen yang dipersyaratkan. Selain itu, hari ini juga ada pemasukan kucing Persia dari Makasar. Begitu kapal sandar pemilik kucing langsung lapor kepada kami, dan karena kami jelaskan bahwa Hewan penular Rabies (HPR) seperti kucing anjing dan kera tidak boleh masuk wilayah Papua Barat sesuai Peraturan Gubernur Papua Barat no. 25 Tahun 2015, maka pemilik langsung kami minta lakukan penolakan dengan kapal yang sama, dan pemilik kucing pun kooperatif, jadi kucing langsung kami tolak kembali.” papar Magda panjang lebar.Pada kegiatan pengawasan yang sama, Pejabat Karantina Pertanian bersama BKSDA Fakfak juga menggagalkan upaya pengiriman 3 ekor burung Nuri kepala hitam yang rencana akan dibawa ke Kaimana.“ Kami berharap masyarakat dapat terus bekerjasama dengan lapor Karantina tiap kali akan melalulintaskan hewan maupun tumbuhan. Khusus satwa liar dilindungi kami juga akan terus bekerja sama dengan rekan-rekan BKSDA dalam melakukan pengawasan “tutup Magda.Sobat Q, Pejabat karantina terus berkomitmen untuk memastikan hewan dan tumbuhan yang dilalulintaskan sudah memenuhi persyaratan dan aturan perkarantinaan. Lapor Karantina ya..jangan pernah lupa !(Lin/21).