Kunjungan Kerja di Sorong, Mentan SYL Dorong Hutan Sagu Menjadi Lahan Agrowisata

Sorong — Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, mendorong lahan hutan sagu menjadi kawasan agrowisata di Sorong, Papua Barat untuk mewujudkan pertanian yang maju menuju kedaulatan pangan di Papua Barat. Hal ini disampaikan Menteri Pertanian saat melakukan kunjungan kerja sekaligus meninjau lahan serta rumah pengolahan sagu sederhana milik petani Melkianos Malagam, yang mengelola kurang lebih tiga hektar lahan sagu di Kabupaten Sorong pada Jumat 3 September 2021 . Tak hanya itu, Mentan juga mengharapkan para pelaku stakeholder pertanian bekerjasama lakukan hilirisasi agar dapat meningkatkan nilai tambah komoditas sagu demi meningkatka kesejahteraan masyarakat.

Mentan menegaskan Papua Barat merupakan wilayah penghasil sagu terbesar nusantara, dan berharap pertanian yang diusahakan secara bersama dapat dipoles dengan sentuhan teknologi melalui pelatihan-pelatihan. Lebih lanjut Mentan menyebutkan beberapa syarat yang dapat menunjang pertanian di Sorong menjadi baik, mulai dari tunjangan infrastruktur alam, sumberdaya manusia dan modal yang dibutuhkan seperti penerapan kredit usaha bagi rakyat pertanian.

“Syarat pertanian yang bagus itu yang pertama lahannya oke, kemudian yang kedua airnya bagus, yang ketiga rakyat nya mau bersama pemerintah, jangan rakyat saja pemerintah nya ngga, atau pemerintahnya saja rakyatnya ngga, kemudian seterusnya membutuhkan pelatihan, lalu butuh modal pak Jokowi sudah memberikan KUR” pungkasnya.

Mengacu pada data dari Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia telah mengekspor sagu tahun 2020 sebesar 13 ribu ton atau senilai 40 milyar rupiah. Kemudian selama kurun waktu tahun 2020 hingga semester 1 tahun 2021, volume ekspor sagu meningkat 5,1 persen. Luasan areal sagu nasional saat ini mencapai 196.831 hektar dengan 99,65% areal berupa perkebunan rakyat. Papua dan Papua Barat merupakan sentra terbesar sagu nasional yang berkontribusi sebesar 29,2% dari areal sagu nasional. Karantina Pertanian Sorong, sebagai salah satu Unit Pelaksana Teknis Badan Karantina Pertanian di Papua Barat, mencatat pengiriman komoditas sagu selama lima tahun terakhir melalui pelabuhan Laut Sorong dengan tujuan Surabaya mencapai volume sekitar 539 ton dengan nilai ekonomi mencapai 10 milyar.

Dalam kegiatan ini, Karantina Pertanian Sorong juga turut berpartisipasi dengan menampilkan pajangan potensi komoditas pertanian Papua Barat diantaranya Kernel kelapa sawit, pala, bunga pala, sagu, minyak sawit mentah, sarang semut, minyak buah merah , biji kakao serta kopra.

Leave a Reply

Your email address will not be published.