Karantina Pertanian Sorong Jalin Sinergi Dengan Pelni dan KP3 Laut Sorong

Sorong — Kasus penyelundupan satwa liar terutama satwa liar yang dilindungi masih kerap terjadi dan ini merupakan hal yang perlu menjadi perhatian. Dalam komitmennya untuk ikut menjaga kelestarian sumber daya alam Indonesia, Karantina Pertanian Sorong terus bersinergi dengan berbagai pihak. Senin (26/07) Dalam rangka giat pengawasan dan penindakan , Kepala Karantina Pertanian Sorong I Wayan Kertanegara melakukan pertemuan dengan Kepala Operasional PT.Pelni serta KP3 Laut Sorong. Dalam pertemuan tersebut, Kepala Karantina Pertanian menginformasikan perlunya kerjasama antara Karantina dengan PT. Pelni terutama terkait kewajiban agen pelayaran untuk melaporkan dokumen daftar muatan alat angkut seperti cargo, bill of loading, packing list sesuai dengan Undang Undang No. 21 Tahun 2019 pasal 30 ayat 1. “ Kita berharap ada kerjasama yang intens dengan pihak Pelni , tujuannya agar lalulintas komoditas hewan dan tumbuhan yang diangkut bisa termonitor dengan baik. Diharapkan juga agar segera ada SOP yang mengatur tentang pemuatan terhadap tumbuhan dan hewan , terutama yang dilindungi. Jadi semua pihak ikut andil dalam pengawasan. Kami juga sudah serahkan juga salinan undang-undang No. 21 Tahun 2019 kepada kepala PT. Pelni Cabang Sorong “ papar I Wayan.Setelah pertemuan dengan pihak PT. Pelni . Kepala Karantina Pertanian Sorong juga menyambangi Kantor KP3 Laut Sorong. Kepala KP3 Laut, Ipda Rifki Istanto menyatakan bahwa jajarannya akan selalu siap bersinergi dan memberi dukungan kepada para pejabat Karantina Pertanian yang bertugas melakukan pengawasan di lapangan (Lin/21)