Tak Berdokumen, Lima Ekor Unggas Dimusnahkan

Sorong- Demi menjaga wilayah Sorong tetap bebas dari Avian Influenza (AI) atau flu burung, Karantina Pertanian Sorong intensif dalam melakukan pengawasan lalulintas media pembawa AI.Sesuai dengan undang – undang No. 21 Tahun 2019, tiap unggas yang dilalulintaskan harus disertai dengan sertifikat kesehatan karantina dari daerah asal, sehingga jika tidak mengantongi dokumen tersebut, maka pejabat Karantina Pertanian berhak melakukan penahanan. Jika dalam batas waktu yang telah ditentukan unggas yang ditahan tidak juga dikembalikan ke daerah asal maka opsi terakhir adalah dimusnahkan. Jumat (23/07) Karantina Pertanian Sorong kembali memusnahkan lima ekor unggas yang terdiri dari 1 ekor ayam kampung, 1 ekor ayam Philipine dan 3 ekor kalkun. Unggas – unggas tersebut berasal dari Makassar dan Banggai dan masuk ke wilayah Sorong melalui pelabuhan laut Sorong.Kegiatan pemusnahan dilakukan di incinerator Karantina Pertanian Sorong dan dihadiri saksi dari beberapa instansi diantaranya POM AL, Bea Cukai, Koramil , KP2 Udara dan Karantina Ikan Sorong.Kepala Karantina Pertanian Sorong, I Wayan Kertanegara berharap agar kegiatan pemusnahan ini dapat sekaligus menjadi media sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya lapor karantina.“ Kami terus berkomitmen untuk menjaga wilayah Sorong raya bebas AI. Sosialisasi di lapangan selalu kami lakukan, kami harap masyarakat tetap patuh karantina demi kebaikan bersama. Lapor Karantina harus dilakukan sebelum melalulintaskan hewan dan tumbuhan “ terang I Wayan.Dalam kesempatan yang sama, I Wayan turut mengapresiasi kinerja serta sinergi antar instansi sehingga kegiatan pengawasan di lapang tetap berjalan dengan baik (Lin/21)