Kembali Pulang, Karantina Pertanian Sorong Pastikan Kesehatan Belasan Ekor Satwa Liar

Sorong – Indonesia adalah negara yang kaya akan keanekaragaman hayati, baik flora maupun fauna. Indonesia juga menjadi habitat bagi banyak satwa endemik. Namun dibalik itu, ancaman kepunahan juga terus membayangi, salah satu penyebabnya adalah perdagangan liar .

Karantina Pertanian Sorong selain menjalankan tugas pokok dan fungsinya dalam mencegah masuk dan menyebarnya hama penyakit hewan dan tumbuhan, juga turut mendukung upaya pelestarian sumber daya alam Indonesia . Terus bersinergi bersama Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) menjadi salah satu perwujudannya. Kerjasama lintas instansi ini telah terbina sejak lama dan pada kamis (01/07) Karantina Pertanian Sorong kembali bersinergi dengan melakukan pemeriksaan kesehatan dan pemeriksaan dokumen terhadap pemasukan satwa liar dilindungi yang masuk melalui kargo bandara DEO.

“ Satwa –satwa liar ini datang dari Semarang dan merupakan hasil tangkapan BKSDA di Semarang. Saat ini satwa – satwa liar ini dikembalikan lagi ke Papua dan kami membantu melakukan pemeriksaan fisik , kesehatan serta kelengkapan dokumen sebelum satwa – satwa ini dibawa oleh pihak BKSDA Sorong. Jumlah satwa liar yang masuk totalnya ada 11 ekor yang terdiri dari kasturi kepala hitam 5 ekor, bayan 4 ekor, mambruk ubiat 1 ekor dan kasuari gelambir satu 1 ekor . Setelah dinyatakan sehat dan jumlah yang masuk sesuai dokumen, satwa – satwa liar ini selanjutnya akan dibawa oleh BKSDA Sorong untuk proses selanjutnya sesuai prosedur dari BKSDA“ papar Sukirman, Paramedik Karantina yang melakukan pemeriksaan.

SobatQ, jalan panjang telah ditempuh oleh satwa – satwa ini untuk bisa kembali pulang. Jangan ada lagi yang tercerabut dari habitatnya. Mari bersama kita bantu agar satwa liar ini tetap lestari. Jangan tunggu punah untuk peduli. (Lin/21)

Leave a Reply

Your email address will not be published.