Rapat Koordinasi Dalam Rangka Pengendalian ASF di Papua Barat

Manokwari — Terkait kasus kematian hewan ternak babi dengan dugaan terinfeksi African Swine Fever (ASF) yang terjadi di beberapa Kabupaten di Manokwari beberapa waktu yang lalu, berbagai upaya dilakukan demi mencegah penyebaran yang lebih luas. Sinergi juga dilakukan oleh beberapa instansi. Khusus untuk wilayah Papua Barat, gerak cepat dilakukan dengan melakukan rapat koordinasi yang melibatkan beberapa instansi , termasuk Karantina Pertanian Sorong.

Kepala Karantina Pertanian Sorong, I Wayan Kertanegara hadir dalam rapat koordinasi pembahasan pengendalian penyakit ASF yang digelar di Aula Kantor Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Papua Barat pada Senin 28 Juni 2021. Turut hadir dalam rapat koordinasi ini diantaranya Kepala Balai Besar Veteriner Maros, Dinas Pertanian Manokwari dan Manokwari Selatan serta Karantina Pertanian Manokwari.

“ Rapat koordinasi ini membahas rancangan pengendalian yang efektif terkait penyakit ASF di Papua Barat. Pengendalian dengan cara pembagian tugas dan mengoptimalkan tugas pokok dan fungsi dari masing- masing instansi yang terlibat. Sebagai contoh, Karantina Pertanian Sorong dan Manokwari bertugas utamanya untuk memperketat pengawasan lalulintas komoditas ternak babi maupun produk turunannya di pintu-pintu pemasukan seperti pelabuhan dan Bandar udara dan saat ini kami masih belum boleh melakukan sertifikasi untuk lalulintas babi maupun produk turunannya. “ papar I Wayan.

, African Swine Fever merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dari famili Asfarviridae. Meski tidak menular kepada manusia namun penyakit ini berakibat fatal pada ternak babi dimana babi yang terinfeksi akan mengalami perdarahan pada organ internal dan disertai angka kematian yang sangat tinggi hingga mencapai 100 persen. Penularan dapat terjadi secara kontak langsung dengan babi yang sakit. Penularan juga dapat terjadi melalui peralatan, pakan dan minuman yang tercemar.

“ Perencanaan serta rancangan pengendalian yang tepat dengan mensinergikan tugas pokok dan fungsi tiap instansi terkait akan menjadi langkah yang efektif dan efisien bagi upaya pengendalian ASF di Papua Barat . Pemetaan penyakit, pengawasan dan sosialisasi merupakan kunci utama “ pungkas I Wayan (Lin/21).

Leave a Reply

Your email address will not be published.