Karantina Pertanian Sorong Musnahkan Benih Impor dan Susu Skim Tak Berdokumen

Sorong (04/06) Karantina Pertanian Sorong kembali melakukan pemusnahan terhadap benih impor asal Singapura dan Susu Skim asal Malaysia yang masuk melalui paket kiriman Pos tanpa kelengkapan dokumen dari negara asal. Paket benih sayuran impor dan paket susu skim ini sebelumnya ditahan oleh pejabat Karantina Pertanian Sorong wilayah kerja kantor Pos berkat kerjasama yang apik dengan Bea Cukai dan kantor Pos Sorong. Kegiatan pemusnahan dilakukan dengan cara dibakar di Incenerator dan turut disaksikan oleh saksi – saksi dari Kejaksaan Negeri, Bea Cukai, Kantor Pos, dan Kepolisian Sektor Bandara DEO.

” Untuk pemasukan benih dari luar negeri tentunya harus ada Phytosanitari Certificate dari negara asal sebagai jaminan bahwa benih yang masuk itu sehat dan tidak membawa hama penyakit. Apalagi benih itu termasuk kategori risiko tinggi karena tujuannya untuk ditanam. Selain PC , benih juga harus mengantongi Surat Ijin Pemasukan (SIP). Begitupula untuk susu skim. Susu skim merupakan komoditas wajib periksa sehingga harus ada dokumen sanitasinya. Jika tidak ada dokumen – dokumen tersebut, kita akan tahan dan musnahkan jika sudah lewat batas waktunya. Semua sudah sesuai dengan undang – undang No. 21 Tahun 2019, Pementan No.09 Tahun 2009 dan keputusan Kepala Badan Karantina Pertanian No: 436.a/Kpts/PD.670.320/L/11/07 tentang petunjuk pelaksanaan tindakan Karantina Hewan Terhadap Susu dan Produk Olahannya ” papar I Wayan Kertanegara, selaku Kepala Karantina Pertanian Sorong, saat berlangsungnya kegiatan pemusnahan.

I Wayan juga mengapresiasi sinergi yang dilakukan Bea Cukai, Kantor Pos dan Karantina Pertanian dalam melakuka kegiatan pengawasan. Masyarakat juga diharapkan dapat turut berperan.

“Kedepannya masyarakat semakin sadar dalam menjaga kelestarian alam kita. Salah satunya yaitu dengan selalu patuh karantina” tutup I Wayan.(Sil/21)

Leave a Reply

Your email address will not be published.