Laboratorium Karantina Pertanian Sorong Periksa Kedelai asal Surabaya

Sorong – Laboratorium pengujian memegang peranan penting dalam pelaksanaan kegiatan perkarantinaan. Hasil pengujian laboratorium akan menjadi salah satu dasar penentu apakah suatu komoditas pertanian dapat dibebaskan dan dinyatakan sehat atau bahkan harus dimusnahkan.

Sebagai salah satu laboratorium pengujian yang telah terakreditasi ISO 17025 : 2017, Karantina Pertanian Sorong juga selalu berupaya
melaksanakan kegiatan pengujian yang berkualitas diantaranya dengan menyediakan fasilitas pengujian yang memadai dan disertai dengan personel laboratorium yang kompeten. Selasa siang (25/05) Pejabat Karantina Pertanian, Siti Mega Hutasoit melakukan pemeriksaan terhadap biji kedelai asal Surabaya dengan teknik pencucian ( washing test) .

“ Untuk biji kedelai ini target pengujian adalah Peronospora manshurica . Cendawan ini merupakan penyebab penyakit embun bulu pada tanaman kedelai. Gejala pada biji biasanya berupa kerak berwarna putih yang menutupi permukaan biji. Berdasarkan Permentan No. 25 tahun 2020, cendawan Peronospora manshurica merupakan OPTK A2 yang artinya sudah ada di Indonesia, namun keberadaannya masih terbatas di wilayah-wilayah tertentu. Ini yang perlu kita cegah agar jangan sampai masuk wilayah Papua Barat “ papar Mega.

Sobat Q, Karantina Pertanian selalu siaga mencegah masuk dan menyebarnya hama penyakit karantina baik hewan maupun tumbuhan. Hasil dari pemeriksaan dan pengujian laboratorium ini nantinya akan menjadi acuan yang akan digunakan untuk tindakan karantina selanjutnya. (Lin/21)