Karantina Pertanian Sorong Lakukan Pemantauan Daerah Sebar OPTK Tahun 2021

Sorong – (31/03) Kesehatan tanaman telah menjadi isu kebijakan perdagangan antar negara sehingga pengetahuan tentang status kesehatan produk pertanian di suatu negara memiliki nilai penting. Suatu negara harus menyediakan deskripsi yang cukup tentang status kesehatan OPT produk pertaniannya apabila ingin memperluas perdagangan komoditas pertaniannya ke pasar luar negeri. Negara pengimpor akan menetapkan besarnya risiko berdasarkan pengetahuan tentang OPT di negara pengekspor, kemungkinan masuknya OPT eksotik bersamaan dengan komoditas yang diimpor, dan tindakan fitosanitasi untuk mengurangi risiko sampai pada tingkat yang dapat diterima.

Undang-Undang No.21 tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan menyebutkan bahwa karantina merupakan institusi/upaya pemerintah dalam mencegah masuk, tersebar, dan atau keluarnya organisme/penyakit hewan, ikan, dan tumbuhan. Oleh karena itu tiap tahunnya Karantina Pertanian melakukan kegiatan pemantauan untuk mendapatkan data termutakhir tentang keberadaan daerah sebar serta status OPT di suatu wilayah atau negara. Karantina Pertanian Sorong merupakan salah satu Unit pelaksana Teknis yang juga turut melakukan kegiatan pemantauan OPTK.

Seperti tahun – tahun sebelumnya, kegiatan pemantauan dilakukan di beberapa kabupaten seperti Sorong, Sorong Selatan, Fakfak, Kaimana, Tambrauw dan Raja Ampat.
“ Kita sudah mulai jalan pemantauan, terakhir kemarin di Raja Ampat. Pemantauan dilaksanakan pada musim kering dan musim basah. jadi nanti akan diulang kembali dipertengahan hingga akhir tahun. Pertimbangan pemilihan lokasi berdasar komoditas pertanian yang ada di tiap kabupaten dan kita sesuaikan juga dengan target yang telah diarahkan oleh Badan Karantina. Spesimen serangga dan sampel tanaman bergejala yang didapatkan di lapang kami periksa di laboratorium, dan juga dirujuk ke laboratorium Balai Besar Uji Standar kami di Jakarta ” papar Silvi , selaku ketua Pemantauan OPTK Karantina Sorong untuk tahun 2021.

Silvia menambahakan untuk tahun 2021 ini cukup banyak target OPTK yang harus dipantau baik dari golongan serangga, cendawan, bakteri ataupun virus. Beberapa target OPTK dari kelompok serangga diantaranya lalat buah Bactrocera occipitalis, Trogoderma granarium, Sexava nubila.

Hasil kegiatan pemantauan ini nantinya akan diseminarkan secara nasional pada 2022 dan data – data yang didapatkan akan menjadi bahan penetapan kebijakan Badan Karantina Pertanian. (Lin/21).

Leave a Reply

Your email address will not be published.