Ditolak, Anggora Pulang Kampung Ke Makassar

Sorong– Sudah menjadi konsekuensi, ketika Hewan Penular Rabies (HPR) seperti anjing dan kucing terciduk masuk ke wilayah Papua, maka petugas Karantina Pertanian akan lakukan penahanan untuk selanjutnya dilakukan penolakan atau pengembalian ke daerah asal. Tindakan ini dilakukan demi melindungi Papua yang masih menyandang status bebas Rabies sampai saat ini.

Selasa siang (29/10) Petugas Karantina Pertanian kembali lakukan penolakan HPR ke Makassar.

” Yang kami tolak siang ini adalah kucing anggora yang ditahan di pelabuhan laut beberapa hari lalu. Kami akan kembalikan ke daerah asalnya yaitu Makassar via kargo Sriwijaya Air” papar Nilam Siregar , salah satu petugas Karantina Pertanian yang turut mengawal penolakan siang itu.

Kucing anggora berwarna coklat hitam tersebut sudah berada dalam kandangnya yang juga sudah diberi stiker karantina. Dokumen penolakan pun sudah siap. Selanjutnya petugas Karantina Pertanian akan mengawal kucing anggora sampai masuk badan pesawat.

SobatQ, Karantina Pertanian terus mendorong masyarakat untuk patuh aturan salah satunya adalah dengan tidak memasukkan HPR ke wilayah Papua Barat sesuai Instruksi Gubernur Papua Barat No. 25 Tahun 2015. Yuk bersama kita lindungi Papua Barat agar tetap bebas dari Rabies (LIN/19)

Leave a Reply

Your email address will not be published.