Lagi, Petugas Karantina Tahan Anggora Asal Makassar

Sorong- Sesuai dengan Instruksi Gubernur Papua Barat No. 25 Tahun 2015, maka pemasukan Hewan Penular Rabies (HPR) dilarang sampai saat ini. Tujuannya tentu agar rabies tidak masuk dan menyebar di wilayah Papua. Meski petugas Karantina Pertanian kerap lakukan sosialisasi kepada masyarakat, namun kasus penyelundupan HPR selalu terulang.

Jumat pagi (25/10) Petugas karantina pertanian wilayah kerja Pelabuhan Laut Sorong kembali menahan seekor kucing jenis anggora asal Makassar yang masuk wilayah Sorong via KM. Gunung Dempo. Dahlan, salah satu petugas karantina pertanian memaparkan kronologi penahanan kucing tersebut.

” Awalnya ketika penumpang sudah sebagian besar turun, kami lihat ada buruh angkut yang menenteng kardus. Insting kami sebagai petugas sudah terlatih. Ketika kami dekati dan periksa ternyata kardus berisi kucing anggora. Kardus yang dipakai adalah kardus bekas mie instan yang sengaja ditutup rapat bahkan diselotip lubang udaranyanya untuk mengelabui petugas. Kucing saat ini kami tahan dan pemilik kami berikan waktu untuk lakukan penolakan ke daerah asal ” terang Dahlan.

SobatQ, menjaga Papua bebas rabies bukanlah perkara mudah. Bantuan semua pihak sangatlah diperlukan. Yuk bersama bantu petugas karantina pertanian menjaga Papua tetap bebas rabies. Caranya adalah dengan tidak melalulintaskan HPR ke wilayah Papua. Sepakat? (LIN/19)

Leave a Reply

Your email address will not be published.