Pemeriksaan Dokumen Hingga Pengambilan Darah, Demi Cegah Brucellosis

Sorong (23/06) Brucellosis adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Brucella. Penyakit ini banyak menyerang hewan ternak seperti sapi, kerbau, kambing, babi atau domba. Di Indonesia, Brucellosis umumnya ditemukan pada ternak sapi. Pada sapi betina Brucellosis dapat menyebabkan keguguran. Hal ini tentu akan ikut mempengaruhi laju populasi ternak.

Tak hanya berdampak pada ternak, Brucellosis juga bersifat zoonosis (menular ke manusia). Oleh karena itu, tiap kali terdapat pemasukan sapi, Karantina Sorong melakukan rangkaian pemeriksaan. Dimulai dari pemeriksaan dokumen dari daerah asal, pemeriksaan fisik dan juga pengambilan sampel darah untuk mendeteksi Brucellosis melalui uji Rose Bengal .

” Minggu ini sapi yang masuk jumlahnya 55 ekor asal Maluku Tengah. Kita sudah periksa dokumennya, lanjut pemeriksaan fisik kemudian pengambilan sampel darah” papar Ayu, petugas karantina yang bertugas pagi itu.

Bersama rekannya Aris, Ayu lakukan pengawasan bongkar sapi dari KMP. Kalabia dan lakukan pengawalan sampai tiba di Instalasi Karantina Hewan ( IKH) Karantina Sorong di wilayah Aimas.

” Tiba di IKH kami lakukan pengambilan darah. Sampel darah selanjutnya akan dirujuk ke laboratorium untuk uji Rose Bengal. Jika hasilnya negatif artinya bebas dari Brucellosis maka sapi – sapi akan dibebaskan” ujar Ayu.

SobatQ, kamu juga bisa ikut berkontribusi cegah Brucellosis. Dimulai dengan selalu lapor karantina sebelum melalulintaskan hewan ternak.

Jangan lupa ya..

Leave a Reply

Your email address will not be published.