Tolak Anjing Pomeranian, Upaya Karantina Pertanian Cegah Rabies

Sorong–Setelah sebelumnya sempat ditahan , akhirnya pada Kamis pagi (30/05) petugas Karantina Pertanian Sorong melakukan penolakan anjing jenis Pomeranian dengan tujuan Jakarta. Penolakan dilakukan via kargo Bandara DEO.

Anjing Pomeranian asal Jakarta tersebut sebelumnya masuk melalui Pelabuhan Laut Sorong pada 20 Mei lalu. Perlu diketahui bahwa wilayah Papua Barat masih tercatat sebagai wilayah bebas rabies sehingga pemasukan Hewan Penular Rabies (HPR) seperti anjing, kucing dan kera masih dilarang. Aturan ini juga tertuang dalam Peraturan Gubernur Papua Barat No.25 Tahun 2015.

Penanggung jawab wilayah kerja Pelabuhan Laut Sorong, drh.Hidayatunissa mengatakan langkah penahanan dan penolakan yang dilakukan petugas Karantina Pertanian ini merupakan upaya Karantina dalam mencegah masuknya Rabies di tanah Papua.

” Pemasukan HPR dilarang karena status Papua Barat sampai saat ini masih bebas rabies sehingga jika kami temukan ada HPR yang masuk baik melalui pelabuhan atau bandara, maka kami akan lakukan penahanan. Selanjutnya kami berikan waktu bagi pemilik untuk melakukan penolakan ke daerah asal tentunya dengan pengawalan petugas karantina” terang Nissa.

Kedepan pihak Karantina Pertanian akan terus berupaya memberikan sosialisasi kepada masyarakat terkait larangan pemasukan HPR.

SobatQ, mencegah lebih baik daripada mengobati. Mari bersama kita jaga tanah Papua agar tetap bebas dari Rabies dengan tidak membawa masuk hewan penular rabies.

Leave a Reply

Your email address will not be published.