Karantina Sorong menerima kunjungan dari ASN yang membidangi peternakan dan kesehatan hewan di tingkat kabupaten/kota se-Papua Barat

Jelang Idul Adha, Karantina Sorong menerima kunjungan dari ASN yang membidangi peternakan dan kesehatan hewan di tingkat kabupaten/kota se-Papua Barat.

Perwakilan dari dinas Kabupaten Sorong hadir drh. Fitri, Kabupaten Fakfak hadir Ibu Rosita, dan Kota Sorong hadir drh. Meta bersama-sama melakukan kunjungan untuk belajar bersama pengujian deteksi Brucellosis dengan metode Rose Bengal Test.
Brucellosis merupakan penyakit yang dapat menjangkiti ternak ruminansia. Sapi atau kambing yang terinfeksi Brucella abortus, dapat mengalami keguguran dan bersifat karier atau pembawa.
Deteksi Brucellosis merupakan standar pemeriksaan sampel serum darah sapi yang dilalulintaskan. Sorong, sebagai gerbang utama lalu lintas ternak khususnya bagi pemenuhan daerah Papua Barat, menjadikan wilayah ini strategis dilakukan pengawasan kejadian Brucellosis.
Brucellosis sendiri tergolong penyakit infeksius yang bersifat zoonosis, dapat menular ke manusia. Oleh karena itu, apabila terdapat ternak yang positif Brucellosis disarankan untuk dilakukan pemotongan bersyarat.
Laboratorium Karantina Sorong, melalui drh. Sulistiyawati Tiya selaku Manajer Mutu memastikan komitmen untuk memberikan layanan prima terhadap pemeriksaan komoditas hewan jelang kurban.
Ke depan, dibutuhkan kerja sama yang makin solid antara Karantina dengan ASN di kabupaten untuk mengawal dan saling memberikan perkembangan kasus penyakit ternak agar menjaga mutu produk ternak unggul yang aman, sehat, utuh, dan halal bagi masyarakat di Papua Barat.
 
 
 

Leave a Reply

Your email address will not be published.