PENOLAKAN 24 EKOR KAMBING, PEMUSNAHAN 15 EKOR AYAM DAN PEMUSNAHAN 12 BATANG BIBIT JERUK DI SKP KELAS I SORONG.

SORONG – Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Sorong pada hari Kamis tanggal 5 Agustus 2010 dalam kegiatan rutin pengawasan di pelabuhan rakyat petugas Karantina Pertanian La Falimu dan M. Dahlan Sangaji mendapati sejumlah ternak kambing 5 ekor diatas KM. Kiraha II dari ternate dan 19 ekor KM. Manusela dari Kobi Sadar – Ambon. Setelah dilakukan pemeriksaan kepada pemilik, ke 24 kambing itu tidak dilengkapi dokumen/sertifikat kesehatan Hewan dari daerah asal, dengan berbagai alasan yang mereka berikan. Akhirnya pada saat itu juga dilakukan tindakan penahanan kemudian kambing di bawa ke kandang hewan yang ada di Kantor. Selama proses penahanan pemilik di beri kesempatan untuk melengkapi dokumen yang di persyaratkan tetapi pemilik tidak bisa menunjukkan dan mengakui kesalahan mereka. Sehingga di ambil keputusan untuk di lakukan tindakan Penolakan ke daerah asal (Pasal 21 ayat 3 PP No 82 Tahun 2000). Kepada pemilik telah dilakukan pembinaan mengenai prosedur lalu-lintas hewan dan berjanji tidak akan mengulangi kembali. Kegiatan ini dilakukan untuk mengantisipasi pemasukan ternak menjelang Lebaran karena harga jual ternak di papua jauh lebih tinggi di bandingkan daerah asal dan menjaga penyebaran penyakit yang di bawa ternak kambing karena hewan hidup memiliki resiko yang besar dalam media pembawa Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK).

            Dan pada hari yang sama dilakukan tindakan penahanan ayam buras 15 ekor yang di bawa penumpang KM. Labobar dari Makassar yang bersandar di pelabuhan Laut Sorong. Kegiatan penahanan di lakukan karena adanya pelarangan pemasukan unggas dewasa dan sebangsanya ke wilayah papua untuk antisipasi penyebaran Avian Influenza apalagi ke 15 Ayam tersebut tidak di lengkapi Dokumen Kesehatan Hewan dari daerah Asal dan berasal dari daerah endemis Avian Influenza sehingga pada hari Jumat tanggal 6 Agustus 2010 telah di lakukan tindakan karantina Pemusnahan. Pada saat kegiatan pemusnahan dilakukan juga kegiatan pemusnahan terhadap 12 batang bibit jeruk yang sudah dilakukan penahanan selama 14 hari karena pemilik tidak bisa menunjukkan sertifikat kesehatan tumbuhan dan sertifikasi benih. Kegiatan pemusnahan dilakuan untuk mencegah penyakit CVPD pada tanaman jeruk. (Fik-lee)

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.