Jenitri, Si Biji Kaya Manfaat Rambah Yogya dan Bali

Jenitri, Si Biji Kaya Manfaat Rambah Yogya dan Bali

Sorong (24/09) SobatQ pernah mendengar nama tanaman jenitri? Atau pernah melihat biji jenitri?

Sekilas tak ada yang istimewa dari tampilan biji jenitri. Dengan bentuk bulat yang agak tidak beraturan, keras seperti batu, memiliki banyak ulir dan kerutan membuat tampilan biji jenitri tampak “aneh”. Namun ‘keanehan’ itulah yang justru menyebabkan biji jenitri unik sehingga banyak dicari.

Biji jenitri yang dihasilkan oleh tanaman yang bernama latin Elaeocarpus ganitrus ini banyak dicari sebagai bahan baku aksesoris dan bahan pembuat tasbih bagi umat hindu. Tidak hanya itu saja, belakangan manfaat jenitri semakin banyak karena diyakini dapat menjadi obat untuk beberapa penyakit.

Biji jenitri kering meskipun umumnya digunakan sebagai bahan baku kerajinan dan aksesoris , tetap harus melalui pemeriksaan karantina sebelum dilalulintaskan. Seperti yang tampak pada siang ini. Sebanyak satu kardus sampel biji jenitri kering diperiksa oleh petugas karantina wilayah kerja Bandara DEO Sorong. Petugas POPT Aang Harianto tampak sibuk mengemas kembali kardus yang baru saja diperiksanya.

“ Total keseluruhan yang akan dikirim ke Yogya sebanyak 302 kg. Sampelnya sudah diperiksa, dan sudah dinyatakan bersih , jadi sudah siap dikirim” ujar Aang.

Menurut Aang frekuensi pengiriman biji jenitri dari wilayah Sorong ini cukup tinggi kendati Sorong bukanlah daerah sentra produksi.

“ Sepanjang tahun 2018 ini sudah beberapa kali pengiriman dengan tujuan utamanya adalah Yogya dan Bali. “ ujarnya. Aang menambahkan meskipun volumenya tidak terlalu tinggi namun hampir tiap bulan ada pengiriman.

Sebelum menutup percakapan, Aang menyampaikan satu fakta menarik yang diketahuinya dari para pemasok jenitri. Kerutan dan alur “aneh” yang biasa disebut mukhis pada biji jenitri kering ternyata berpengaruh pada harga jual. Semakin banyak mukhis maka harganya pun akan semakin mahal. Nah, sobatQ tertarik untuk ikut berbisnis biji jenitri?

Jika iya, jangan lupa selalu lapor karantina dulu sebelum melalulintskannya ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.